October 11, 2021 0 Comments

Spirit Islam untuk Majukan Masyarakat

Oleh: Salim SAg MPd

Yakin dan sadar, bahwa Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan anugerah kepada manusia berupa akal pikiran, yang dengan anugerah itu, bisa memahami banyak hal, berkreativitas dan juga melakukan inovasi-inovasi.

Selanjutnya, bisa dipahami, bahwa Islam adalah agama yang rahmatan li al-‘alamin. Ajarannya tidak hanya meliputi masalah ubudiyah (ibadah), akidah, akhlaq, dan ibadah, juga sampai pada mu’amalah duniawiyah.

Islam adalah agama yang telah sempurna dan bersifat universal. Universalitas Islam selain bermakna keberlakuan Islam untuk semua manusia, semua bangsa dan Negara, juga substansi ajarannya.

Dengan beragama Islam, maka setiap muslim memiliki dasar/ landasan hidup tauhid kepada Allah, fungsi/ peran dalam kehidupan berupa ibadah, dan menjalankan kekhalifahan, serta bertujuan untuk meraih ridha serta karunia Allah.

Islam yang mulia dan utama itu, akan menjadi kenyataan dalam kehidupan di dunia apabila benar-benar diimani, dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh pemeluknya (orang Islam, umat Islam) secara total (kaffah) dan penuh ketundukan atau penyerahan diri. Dengan pengamalan Islam yang sepenuh hati dan sungguh-sungguh itu maka terbentuk manusia muslimin yang memiliki sifat-sifat utama.

Substansi ajaran Islam memuat seluas kehidupan dan persoalan manusia, sehingga Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah (hablun minallah) saja, juga mengatur hubungan antara manusia dengan sesama dalam lingkungannya (hablun minannas).

Selanjutnya, menjadi tugas manusia seluruhnya, tak terkecuali kaum muslimin di Kudus, mengungkapkan prinsip-prinsip kandungan dalam al-Quran yang menyeluruh itu sebagai pendorong bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa.

Masyarakat Kudus sendiri memiliki sebuah pesan budaya yang sangat menarik; Gusjigang. Gusjigang sendiri merupakan akronim dari Bagus, Ngaji dan Berdagang. Tiga pesan budaya tersebut dalam konteks Kudus, telah menjadi spirit yang luar biasa dalam memajukan masyarakat.

Sebab, tiga pesan budaya ini mendorong masyarakat tidak sekadar cerdas (pandai mengaji), tetapi juga baik (bagus) budi pekertinya dan juga memiliki jiwa wirausaha atau menjadi masyarakat yang kreatif (berdagang).

Dan Gusjigang sendiri, merupakan pesan budaya yang terinspirasi dari nilai-nilai ajaran Islam, dalam upaya untuk memajukan masyarakat. Wallahu a’lam. (*)

Salim SAg MPd,

Penulis adalah kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus.

Sumber: Gayakumedia.com

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *